Dalam jangka panjang ketersediaan pangan khususnya beras tetap mutlak dipikirkan. Tidak mungkin kita hanya mengandalkan ketersediaan cadangan beras Bulog atau bantuan dari pihak lain. Penyediaan pangan ini juga merupakan wujud kemandirian suatu bangsa. Paling tidak jika para petani tetap dapat panen sebagaimana biasanya, proses pemulihan psikis akan lebih cepat terlaksana.
Pikiran dalam tulisan ini, paling tidak masih memberikan semangat kepada kita untuk tetap mempertahankan target kontribusi pencapaian program 2 juta ton beras nasional. Meskipun kondisi sarana yang ada sangat tidak memadai. Setidaknya untuk memberikan jawaban dari pertanyaan seorang petani, “Bagaimana dengan benih padi yang telah dibagikan beberapa waktu lalu yang rencana akan ditanam pada musim tanam bulan Oktober yang akan datang?”. Ditanam? Atau tidak? Atau diganti dengan komoditas lain yang tidak membutuhkan air, seperti jagung atau kedelai? Lalu benih padinya dikemanakan? Siapa yang akan menyediakan benih jagung dan kedelai dalam jumlah yang sangat besar?
