|
Modal Fadel dalam berusaha adalah
haqqul yakin, keyakinan kuat.
Tantangan itu bukan hambatan, kalau
dihadapi dengan ulet dan tekun, serta
kerja keras, tidak ada masalah. Selalu
ada problem solving. Salah satu yang
paling tidak disukai Fadel adalah,
bila ada temannya yang tidak mau
berusaha mencari jalan keluar dari
persoalan yang dihadapinya sendiri
atau problem yang dihadapi bersama.
“Allah tidak akan mengubah nasib
seseorang jika orang itu sendiri tidak
berusaha merubahnya,” (Fadel
Muhammad).
Fadel selalu berfikir, kalau orang
lain bisa kenapa kita tidak. Ia memang
punya watak selalu ingin maju.
Sebagai contoh, ketika Bukaka membuat mesin asphalt
sprayer (aspal semprot).
Percobaan-percobaan di bengkel Bukaka
itu selalu gagal. Hasil yang keluar
dari mesin adalah bubur, bukan aspal.
Fadel penasaran. Mesin yang dikerjakan
berhari-hari itu dibongkar. Lalu
ketahuan bahwa komponen magnet dan
motornya nggak jalan. Begitu
komponennya diganti, bagus hasilnya.
Bagi Fadel dkk, selama masih bisa
dicoba nggak ada kata menyerah.
Fadel
berprinsip “Man jadda wa jadda” siapa
yang berusaha akan berhasil juga
akhirnya. Tetapi semua itu ada
batasnya. Kalau semua cara sudah
dicoba, masih mentok juga, apa boleh
buat, tidak perlu kecewa, Tawakal
kepada Allah SWT, ujar Fadel yang
menunaikan hajinya tahun 1989.
Keberhasilan seseorang menurut Fadel,
disamping kerja keras dan terus
menerus, sangat tergantung pada,
pertama, kemampuan diri sendiri.
Kedua, kesempatan untuk mengembangkan
diri. Ketika, strategi untuk mencapai
keberhasilan.
Menurut Fadel, setiap orang memiliki
potensi untuk menjadi pengusaha. Yang
penting, asal mau berusaha mengasah
potensi itu. Tetapi tidak setiap orang
berpotensi, mendapatkan kesempatan
mengembangkan potensinya. Untuk
mendapatkan kesempatan ini, jelas
dibutuhkan strategi yang tepat.
Strategi inilah yang akan menentukan,
apakah seseorang akan menjadi ‘risk
taker’ (pengambil risiko), atau ‘risk
orderer’ (pengatur risiko).
Perbedaan yang tajam antara kedua tipe
pengusaha ini adalah: Seorang risk –
taker cenderung untuk berspekulasi.
Tanpa memperhitungkan secara cermat,
ia mencoba setiap kemungkingan.
Seorang risk-orderer akan
memperhitungkan risiko terkecil
sekalipun, terhadap
rencana-rencananya. Sesuai dengan
prinsip dasar ekonomi.
Menurut Fadel kesuksesan seseorang
tergantung pada kemauannya yang kuat,
rasa percaya diri yang tinggi, dan
kemampuannya menghitung risiko.
Kemauan akan mendorong kegigihan untuk
berusaha. Hal ini mempengaruhi dan
dipengaruhi oleh
empat hal
yaitu, Pertama, Orang tua, terutama
ibu sebagai pendidik masa awal. Kedua,
pendidikan, baik pendidikan formal
maupun pendidikan agama. Ketiga,
lingkungan, dan keberuntungan atas
kemampuan membaca kesempatan, Keempat
Rasa percaya diri menurut Fadel,
dipengaruhi oleh diberikannya
kesempatan untuk maju, sehingga
menyadari potensi diri yang
sebenarnya.
Sedangkan kemampuan menghitung risiko dipengaruhi oleh:
-
Tingkat kesabaran usaha yang tinggi
-
Perenungan yang mendalam, sehingga ide itu dapat
mengkristal dalam pikiran. Jangan
cepat bosanlah.
Syarat-syarat di atas merupakan
persiapan mental seorang pengusaha
pemula untuk mencapai kematangan.
Untuk itu harus ada tiga fase yang
dilalui yaitu:
-
Fase New Venture (awal) –
tingkatan penemuan ide dan
pelaksanaan ide itu sendiri.
-
Fase Puberty – Masa pencarian identitas usaha yang
mampan
-
Fase Mature (propesional) – Sudah matang dan mampu
mendatangkan keuntungan.
Tingkatan-tingkatan tersebut harus
dilalui secara berurutan. Tidak boleh
melompat-lompat. Falsafah utamanya
adalah: “Jangan dulu memperbesar usaha,
sebelum dasar usaha – yang menjadi
tulang punggung perusahaan – diperkuat.
Maka jangan heran kalau pabrik Bukaka
sampai sekarang tidak nampak
mentereng. Sebab yang dipentingkan
adalah kekuatan pabrik itu sendiri,
baik peralatannya yang lengkap maupun
sumber daya manusianya,” tutur Fadel.
Kini, Fadel telah mencapai sukses. Ia
mampu menafkahi ibu dan
saudara-saudaranya, setelah ayahnya
meninggal tahun 1988. ia pun sudah
memiliki keluarga yang sejahtera.
Apalagi yang ia cita-citakan? “Saya
ingin mempekerjakan lebih banyak
orang.
Ingin membagi keberhasilan ini kepada
orang lain. Disamping itu, saya ingin
agar “Today is better than yesterday”
hari ini lebih baik dari hari kemarin,”
ujarnya.
Fadel memang punya nilai di mata
bangsa kita. Dengan modal rasa percaya
diri yang kuat plus semangat yanga
keras, Fadel menjadi salah seorang
Putra Indonesia yang mampu menjadi
kebanggaan bangsanya.
|