Senin, 29 Juni 2009

 

Main Menu

Pertanian
Penyuluhan
Sosial
Suara Hati
Agama

 

Info Forum

THL-TBPP

Pergantian Pengurus Forum THL TB PP Bengkulu Utara

 

Pengunjung

 

Isi Buku Tamu

Kata yang tercecer ...

 

Tangisan Tanah Tua

 

Oleh Anton Sutrisno

 

Tubuhku,

Kurus ...

Kering ...

Kerontang...

 

Wajahku,

Suram seperti wajah tanggung bulan

 

Tahukah teman, siapa penyebab semua ini?

 

Kau,

telah menghabiskan semua milikku,

kemudian kau menarikan tarian eksplorasi.

Kau,

menanamkan pupuk kesombongan dengan pasukan revolusi.

Kau,

menyiramkan racun kemajuan, dan kau teriakkan aku tlah mengatur dunia...

 

Tubuhku,

Naris telanjang

Tapi tidak ada kemontokan di sana.

Wajahku,

Tidak lagi cantik, keruput, bopeng penuh bisul

 

Hujan tak lagi harapan dan kegembiraan,

tapi erangan dan penderitaan.

 

Pedih..., perih..., kulitku, terkelupas helai per helai

 

Kau tetap tak perduli,

kau tebarkan terus pupuk kehancuran,

kau seprotkan racun kematian,

kau nyanyikan lagu..

produksi, swasembada, ketahanan pangan

 

pedih... perih...

 

Di sini,

kutunggu kekasihku

yang mengerti aku dan membahagiakan diriku

sampai batas kesabaran...

 

Pondok Meja, Jambi, 9 Juni 2009

 

 

Copyright 2009 antonsutrisno.orgfree.com. All Rights Reserved.