Oleh Anton Sutrisno
Tubuhku,
Kurus ...
Kering ...
Kerontang...
Wajahku,
Suram seperti wajah tanggung bulan
Tahukah teman, siapa penyebab semua ini?
Kau,
telah menghabiskan semua milikku,
kemudian kau menarikan tarian eksplorasi.
Kau,
menanamkan pupuk kesombongan dengan pasukan revolusi.
Kau,
menyiramkan racun kemajuan, dan kau teriakkan aku
tlah mengatur dunia...
Tubuhku,
Naris telanjang
Tapi tidak ada kemontokan di sana.
Wajahku,
Tidak lagi cantik, keruput, bopeng penuh bisul
Hujan tak lagi harapan dan kegembiraan,
tapi erangan dan penderitaan.
Pedih..., perih..., kulitku, terkelupas helai per
helai
Kau tetap tak perduli,
kau tebarkan terus pupuk kehancuran,
kau seprotkan racun kematian,
kau nyanyikan lagu..
produksi, swasembada, ketahanan pangan
pedih... perih...
Di sini,
kutunggu kekasihku
yang mengerti aku dan membahagiakan diriku
sampai batas kesabaran...
Pondok Meja, Jambi,
9 Juni 2009