Keluaran :
Diperoleh serat kasar dan halus yang memenuhi standar mutu (warna dan panjang serat) dan layak jual.
Bahan dan Peralatan :
- Bahan
Sabut kelapa matang dan bahan pewarna
- Peralatan
Kolam perendaman, unit pemidah serat (decoticator), parang dan pisau
Cara Pembuatan
- Buah kelapa matang dikupas, diperoleh sabut. Sabut dipukul-pukul untuk mempercepat proses pelunakkan. Unutk kemudahan pengontrolan selama perendaman nantinya dilakukan pengikatan antar sabut.
- Perendaman sabut menggunakan kolam. Jumlah sabut yang direndam disesuaikan dengan luas dan kedalaman kolam. Lama perendaman berlangsung 1 bulan.
- Setelah perendaman sabut dikeringkan dengan sinar matahari, dikumpulkan dan sabut siap diproses lanjut.
- Proses lanjut adalah pemisahan serat dengan menggunakan unit pemisah sabut atau decoticator. Penggunaan alat ini, dari sabut akan dihasilkan serat kasar, serat halus dan debu sabut.
- Apabila dikehendaki pewarnaan serat baik serat halus maupun serat kasar dapat menggunakan zat pewarna sintetis atau anorganik yang dijual bebas di pasaran. Cara pemakaian zat pewarna dapat mengikuti petunjuk yang tercantum pada kemasan zat pewarna.
- Setelah dilakukan pewarnaan sabut dikeringkan lagi dengan menggunkan sinar matahari. Pengeringan dilakukan agar diperoleh sabut yang berkadar air 10-12%.
- Selanjutnya serat sabut dikemas dengan menggunakan karung goni dalam satuan berat per kemasan memenuhi persyaratan pemasaran umumnya berat perkemasan berkisar 60 kg.
- Untuk mempertahankan kadar air 10-12% (sesuai ketentuan pasar baik dalam negeri maupun ekspor), penyimpanan sabut serat pada gudang dengan aerasi udara yang baik.
Cara Penggunaan
- Cara penggunaan serat sabut (serat halus dan kasar) sebagai bahan baku pada berbagai industri meubel disesuaikan dengan jenis produk yang akan diproses.
- Debu sabut yang saat ini menjadi limbah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organis, seperti halnya pada pembuatan pupuk kompos, atau sebagai bahan untuk memperbaiki aerasi tanah, yakni dengan cara mencampurkan dengan tanah perbandingannya 1 : 1. Cara ini sangat efektif digunakan pada pemeliharaan tanaman holtikultura, khususnya bunga-bungaan.
Sumber: Departemen Pertanian
|